Aug 262011
 

gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Mengikuti gambar model di atas, impedansi bocor pada stator (per-phase) R_{s}+j\omega L_{ls} sangat kecil sehingga perbedaan antar Va dan E_{ma} tidaklah besar, sehingga jika kita memindahkan X_{ms} dan R_{c} ke depan, maka tidak ada pengaruh yang terlalu banyak. Hal tersebut bisa digambarkan melaui modeling pendekatan seperti gambar 3 dibawah.

gambar 3 (Klik untuk memperbesar)

pada gambar 3, pada bagian rotor L_{L}=L_{ls}+L'_{lr} H. Dari gambar 3,kita juga mendapatkan daya masuk ke rotor P_{ma}=\frac{R'_{r}}{s}(I'_{r})^2 W. Kita juga dapatkan (pers.2) \rightarrow I'_{a}=\frac{\overline{V}_{a}}{R_{s}+R'_{r}+j\omega_{s}L_{L}} A. Dari sini terlihat, untuk slip s yang kecil R'_{r} \gg R_{s}, \omega_{s}L_{L}; jadi I'_{a} besarnya proporsional terhadap slip. dari posting terdahulu, model motor induksi dan pers.1 dan pers.2 kita bisa dapatkan bahwa (pers.3) \rightarrow T=3\frac{p}{2}\frac{P_{ma}}{\omega_{s}}=\frac {3}{\omega_{s}} \frac{p}{2} \frac{R'_{r}}{s} \frac{V^2_{a}}{(R_{s}+R'_{r})^2+(j \omega_{s}L_{L})^2}. Dari sini terlihat, bahwa Torsi sebanding dengan slip, saat slipnya kecil.

Dari persamaan di atas, torsi maksimum terjadi saat \frac{\partial T}{\partial s}=0; yaitu: (pers.4) \rightarrow s=\pm \frac{R'_{r}}{R^2_{s}+\omega^2_{s}L^2_{L}} \thickapprox \pm \frac{R'_{r}}{\omega_{s}L_{L}} pu. Jika pers.4, kita masukkan ke persamaan 3, Tmax yang terjadi adalah : T_{max}= \frac{3p}{4} \frac{V^2_{a}}{\omega^2_{s}L_{L}} N.m.

Untuk mendapatkan Torsi start, kita pilih s=1, sehingga torsi start yang dihasilkan adalah: T_{s}= \frac{3}{\omega_s}\frac{p}{2}\frac{R'{r}V^2_{a}}{(R_{s}+R'_{r})^2+(\omega_{s}L_{L})^2} N.m. Note : Persamaan ini tidak berlaku untuk motor induksi sangkar tupai klas B dan C, karena motor tipe-2 ini memakai double cages atau deep slot.

Jika kita asumsikan bahwa R_{c} begitu besarnya; sehingga dianggap open circuit, maka Pin (daya input) adalah : P_{in}= 3(R_{s}+ \frac{R'_r}{s})(I'_{a})^2 W.

Impedansi input adalah (pers.5) \rightarrow Z_{in}=\frac{-\omega^2_{s}L_{L}L_{ms}+j\omega_{s}L_{ms}(R_{s}+R'_{r}/s)}{R_{s}+R'_{r}+j\omega_{s}(L_{L}+L_{ms})}\Omega . Dari pers.5, kita bisa dapatkan power factor PF \angle Z_{in}=\pi -tan^{-1}[\frac{R_{s}+R'_{r}/s}{\omega_{s}L_{L}}]-tan^{-1}[\frac{\omega_{s}(L_{L}+L_{ms})}{R_{s}+R'_{r}/s}] rad.

Operating power factor adalah PF=cos \angle Z_{in}.

Arus yang mengalir selama beroperasi adalah I'_{a}=\frac{P_{in}}{3 V_{a}(PF)} A.

(pers.1)rightarrow

Print Friendly

  5 Responses to “Modelling Parameter Motor Induksi dengan Tegangan Konstan Frekuensi Konstan.”

  1. […] feed Aplikasi Perhitungan Model Motor InduksiModelling Parameter Motor Induksi dengan Tegangan Konstan Frekuensi Konstan.Model Motor InduksiSetting Instantaneous unit proteksiPemakaian screened cable pada aplikasi […]

  2. kalau boleh tahu, daftar pustaka dari tulisan ini dari mana ya? buku atau referensinya?

  3. dan saya ingin bertanya mas dengan losses windage yg besarnya 10% losses total, serta stator losses yg besarnya 34%. itu didapatkan dari mana ya mas?

Drop me your comment

%d bloggers like this: