eng3lect

shock with your knowledge

Nov 152012
 

Jadi apa yang bisa kita simpulkan dari tulisan tentang Critical Maintenance of Circuit Breaker ini? Kesimpulan ini akan kita bagi dalam 3 tulisan.

1. Semua pelumas/lubricant mengalami proses pengeringan.

photo of withdrawable air circuit breaker rate...

photo of withdrawable air circuit breaker rated up to 1250A. Trip characteristics are configurable by means of DIP switches. (Photo credit: Wikipedia)

2. Masalah nomor satu  pada circuit breaker adalah lubrikasi

3. Ciri khas masalah pada lubrikasi adalah CB gagal tertutup, gagal terbuka, atau beroperasi dengan delay (tidak seketika/instantaneous)

4. Spray penetrating Oil (WD-40) bukanlah pelumas.

5. Circuit breaker di desain untuk bekerja dibatas yang extreme, lubrikasi khusus diperlukan. Jangan sembarangan memilih pelumas untuk CB.

6. Micro-Ohm meter bisa dipakai untuk mengindikasikan kondisi lubrikasi. Pada CB low voltage atau medum voltage, lubrikasi yang mengering akan meningkatkan resistansi.

7. Proses pengukuran dengan CB harus dilakukan dengan membandingkan trend dari tahun ke tahun.

8. Makin RENDAH continuous current rating, makin tinggi nilai resistansi yang terbaca oleh micro-ohm meter.

9. Hal lain yang bisa mempengaruhi kinerja circuit breaker adalah dirt, corrosion, heat, and vibration.

 

berikutnya : Masalah Nomor 2 dalam Pemeliharaan Circuit Breaker

 

 

Enhanced by Zemanta
Nov 142012
 

Berikut adalah cara menghitung votage drop secara konvensional menggunakan tabel. Setrumsetruman juga berupaya mencari cara yang benar untuk beban bertipe constant impedance atau constant power. tetapi untuk saat ini , cukup dengan cara konvensional. Tidak ada perbedaan significant antara proposal setrumsetruman dengan cara konvensional

drop voltage with table

drop voltage with table

Pemakaian tabel ini seperti contoh dibawah :

Kabel 3-phase ukuran 35 sq-mm dengan panjang 50 meter dipakai untuk menyuplai beban motor 400 V dengan karakteristik beban seperti dibawah:

  • Normal : 100A pada cos100 A at a cos \theta = 0.8 saat beban normal
  • Starting : 500A (5In) pada cos \theta = 0.35
Simplified SLD

Simplified SLD

Jatuh tegangan dari upstream distribution board adalah 10V phase-to-phase saat beban normal 1000A. Lihat simplified SLD.  Berapakah jatuh tegangan di terminal motor saat : (a) beban normal (b) starting

Jawaban:

(a) Jatuh tegangan saat normal adalah \Delta U=100\frac{\Delta U}{Un}. dari table jatuh tegangan, untuk kabel 35 sq-mm, jatuh tegangannya 1V/A/km. Sehingga :

  • \Delta U pada kabel = 1 x 100 A x 0.05 km = 5 volt.
  • \Delta U total = 10+5 =15 volt
  • Percentage \frac{15}{400}x 100=3.75%

(b) Jatuh tegangan saat starting

  • \Delta U pada kabel = 0.52 x 500 x 0.05 = 13 V
  • dengan arus start tambahan 500A, jatuh tegangan di distribution board lebih dari 10V. Seandainya saat starting beban di distribution board adalah 900A. Dihitung secara prorata maka jatuh tegangan di upstream distribution board adalah \frac{10 x (900+500)}{1000}=14volt.
  • \Delta U total = 13 +14 =27 volt
  • Percentage \frac{27}{400}x 100=6.75%

Pendekatan yang sama bisa dilakukan untuk beban 1 phase, atau lighting.

Cara menghitung bisa juga dengan ONLINE CALCULATION IEC atauONLINE CALCULATION NEC.

Salam setrum

engelect

%d bloggers like this: