Aug 092013
 

Selamat Idul fitri semua!! Mohon maaf lahir batin kalau kesalahan dalam kata, tulisan dan perbuatan. Semoga di hari depan kita bisa lebih baik.

Dibawah ini adalah beberapa langkah singkat yang bisa dipakai untuk mengestimasi dalam perhitungan kelistrikan.
Cable Capacity:

Objectives rule of thumb
Kapasitas arus kabel dengan konduktor Cu (sampai dengan ukuran 30 sqmm) 6 x ukuran konduktor dalam sqmm
Kapasitas arus motor 1 phase (230 VAC) 4.5 Amps per HP
Kapasitas arus motor 1 phase (230 VAC) 6 Amps per kW
Kapasitas arus motor 3 phase (380 VAC) 1.5 Amps per HP
Kapasitas arus motor 3 phase (380 VAC) 1.9 Amps per kW
Arus tanpa beban motor 3 phase 30% of FLC (full load current)
kW motor HP x 0.75
Tahanan grounding untuk single pit 5 \Omega
Tahanan grounding untuk earthing grid 0.5 \Omega
Tegangan Neutral dan Earthing \leq 2 volt
Resistansi Neutral ke Grounding (solid grounding system) \leq 1 \Omega
Creepage Distance((Moderate Polluted Air) 18 to 22mm/KV
Creepage Distance((High Polluted Air) 25 to 33mm/KV
Minimum bending radius HV cable single core 14x of outer diameter
Minimum bending radius HV cable three core 10x of outer diameter
Minimum bending radius LV cable o\armored single core 10x of outer diameter
Minimum bending radius LV cable o\armored three cores 8x of outer diameter
Minimum bending radius LV cable o\non-armored single core 8x of outer diameter
Minimum bending radius LV cable o\non-armored three cores 6x of outer diameter
Diesel Generator Typical Fuel Consumption 0.26 Ltr/kWh
Requirement Area Diesel generator 56 sq.m (for 25 – 48 kW)
65 sq.m (for 100 kW)
DG less than or equal to 1000kVA must be in a canopy
DG greater 1000kVA can either be in a canopy or skid mounted in an acoustically treated room
DG noise levels to be less than 75dBA @ 1meter
Insulasi untuk rotating machine (kV+1) M\Omega
Test Voltage (A.C) for Meggering (2X Name Plate Voltage) +1000
Test Voltage (D.C) for Meggering (2X Name Plate Voltage).
Enhanced by Zemanta
Nov 142012
 

Berikut adalah cara menghitung votage drop secara konvensional menggunakan tabel. Setrumsetruman juga berupaya mencari cara yang benar untuk beban bertipe constant impedance atau constant power. tetapi untuk saat ini , cukup dengan cara konvensional. Tidak ada perbedaan significant antara proposal setrumsetruman dengan cara konvensional

drop voltage with table

drop voltage with table

Pemakaian tabel ini seperti contoh dibawah :

Kabel 3-phase ukuran 35 sq-mm dengan panjang 50 meter dipakai untuk menyuplai beban motor 400 V dengan karakteristik beban seperti dibawah:

  • Normal : 100A pada cos100 A at a cos \theta = 0.8 saat beban normal
  • Starting : 500A (5In) pada cos \theta = 0.35
Simplified SLD

Simplified SLD

Jatuh tegangan dari upstream distribution board adalah 10V phase-to-phase saat beban normal 1000A. Lihat simplified SLD.  Berapakah jatuh tegangan di terminal motor saat : (a) beban normal (b) starting

Jawaban:

(a) Jatuh tegangan saat normal adalah \Delta U=100\frac{\Delta U}{Un}. dari table jatuh tegangan, untuk kabel 35 sq-mm, jatuh tegangannya 1V/A/km. Sehingga :

  • \Delta U pada kabel = 1 x 100 A x 0.05 km = 5 volt.
  • \Delta U total = 10+5 =15 volt
  • Percentage \frac{15}{400}x 100=3.75%

(b) Jatuh tegangan saat starting

  • \Delta U pada kabel = 0.52 x 500 x 0.05 = 13 V
  • dengan arus start tambahan 500A, jatuh tegangan di distribution board lebih dari 10V. Seandainya saat starting beban di distribution board adalah 900A. Dihitung secara prorata maka jatuh tegangan di upstream distribution board adalah \frac{10 x (900+500)}{1000}=14volt.
  • \Delta U total = 13 +14 =27 volt
  • Percentage \frac{27}{400}x 100=6.75%

Pendekatan yang sama bisa dilakukan untuk beban 1 phase, atau lighting.

Cara menghitung bisa juga dengan ONLINE CALCULATION IEC atauONLINE CALCULATION NEC.

Salam setrum

engelect

%d bloggers like this: