Mar 292014
 

Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan testing dua transformer kering yang akan dioperasikan paralel. Seperti yang telah kita pahami syarat dari kerja paralel transformer adalah harus memiliki vektor group yang sama. Data sheet tranformer yang yang dibeli adalah 2 x 380/230 VAC 15 kVA Yzn11. Jadi kita harus mengetes apakah transformer tersebut telah diwiring dengan benar.

Dari vendor trafo, mereka memberikan gambaran rangkaian wiring seperti gambar Fig 1 dibawah ini.

Wiring Yzn11

Fig 1:Wiring Yzn11

 

Untuk tujuan pengetesan, kita menjadikan wiring U sebagai referensi, untuk itu kita harus men-jumper terminal [U] di sisi HV ke terminal [x] di sisi LV. Seperti terlihat di Fig 2.

Dari wiring di fig 2, bisa kita terjemaahkan menjadi rangkaian vektor seperti pad fig 3.

Test vector Yzn11

Fig 2 : Test vector Yzn11

Vector Yzn11

Fig 3:Vector Yzn11

Dari vektor diatas, dengan menggunakan persamaan aljabar dan persamaan segitiga, kita bisa menemukan panjang dari tiap vektor, dengan persamaan di bawah ini:
1. \overrightarrow{Ux} =0
2. \overrightarrow{UV}=\overrightarrow{Un}+\overrightarrow{nV}
3. |Wz|=\sqrt{|UW|^2+|Uz|^2-\sqrt{3}|UW||Uz|}
4. |Wy|=\sqrt{|UW|^2+|xy|^2}
5. |Vz|=\sqrt{|Vn|^2+|zn|^2-|Vn||zn|}
6. |Wn|=\sqrt{|Wz|^2+|zn|^2+\sqrt{3}|Wz||zn|}

[catatan: Persamaan diatas hanya berlaku saat \frac{V_{primary}}{V_{sec}} = \sqrt{3}]
Dari 5 persamaan diatas maka kita bisa membuat tabel seperti dibawah ini, jika terminal HV kita beri input 400 VAC(hal ini tidak boleh dilakukan jika HV transformer lebih dari 400 VAC):

U V W x y z n
U 0 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
V 400 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
W 400 400 N/A N/A N/A N/A N/A
x 0 400 400 N/A N/A N/A N/A
y 230 230 230 230 N/A N/A N/A
z 230 231.5 231.4 230 230 N/A N/A
n 132.7 267.3 352.6 132.7 132.7 132.7 N/A

Dari hasil pengukuran saat pengetesan di manufacture didapatkan hasil seperti di bawah.

U V W x y z n
U 0 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
V 400 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
W 400 401 N/A N/A N/A N/A N/A
x 0 400 399 N/A N/A N/A N/A
y 241 225.5 467.4 241.5 N/A N/A N/A
z 239 227 227 239.4 241.3 N/A N/A
n 138.6 260.5 352.5 139 139.5 138.2 N/A

Timbul pertanyaan, mengapa terjadi perbedaan pada beberapa kolom walau tidak significant. Hal tersebut disebabkan oleh ketidaksempurnaan dalam proses pembelitan trafo. Perbandingan primer dan sekunder tidak ideal yaitu \frac{400}{241}=1.660. Perbandingan yang ideal adalah \frac{400}{230}=1.732

Jan 302014
 

Beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan vendor dari sebuah system integrator dari sistem listrik berbasis tenaga matahari/photovoltaic (PV). Kami mendiskusikan mengapa cara penghitungan mereka berbeda dari cara kami. Vendor menawarkan system dengan jumlah sel PV yang lebih banyak. Salah satu alasan mereka yang menarik, mereka mengatakan bahwa cara penghitungan kami berbasis permintaan minimum dan proposal mereka lebih baik dalam hal kecepatan mengisi baterai. Untuk sesaat alasan tersebut terlihat masuk akal!! Lalu kemudian pernyataan tersebut menggiring pada pertanyaan lanjutan. Pertanyaanku tentang penawaran jumlah PV yang lebih banyak adalah “akankan battery lebih cepat penuh? apakah hal tersebut benar secara teknis atau sekedar jargon tukang jual kecap?

Mari kita lihat kurva pengisian baterai pada gambar 1.

Curve Charging Lead acid

Gambar 1 : Kurva pengisian baterai (sumber : batteryuniversity.com)

Disini baterai yang dipakai adalah tipe lead acid. Kita bisa lihat bahwa durasi dari pengisian batterai tidak bergantung pada ketersediaan daya, tetapi bergantung pada tegangan yang dipakai. Jika sumber daya lemah maka tegangan akan turun sehingga proses pengisian akan berhenti. Jika sumber dayanya kuat dan melimpah maka tegangan tidak akan turun; tetapi jelas tidak naik. Jika tegangan dinaikkan maka baterai akan rusak karena overcharging.

Jadi durasi pengisian baterai adalah tetap seberapapun daya yang tersedia. 

Jadi jangan dibodohi lagi!!

Enhanced by Zemanta
%d bloggers like this: