Sep 112013
 

mxcpDSCF0039Masalah panas internal adalah masalah utama dalam pemakaian panel flame proof  IEC 60079-1. Panel flame proof sangat efektif sebagai solusi instalasi peralatan industrial di area hazardous gas. Dengan fisik yang kokoh menjamin keamanan dalam instalasi, akan tetapi pendinginan yang diperlukan oleh komponen internal menjadi masalah baru. Menurut IEC 60079-0, setiap perlengkapan (equipment) yang dipasang di area hazardous harus memiliki name plate standard. Salah satunya mencantumkan T rating yang menunjukkan temperatur tertinggi yang diradiasikan oleh panel tersebut ketika on operation.
ATEX tagging
Untuk mendapatkan assessment yang benar, perhitungan heat dissipation  diperlukan. Hasil dari kalkulasi tersebut bisa menjadi parameter apakah temperatur di dalam enclosure tersebut melebih operating temperature dari komponen yang diinstall didalam panel flame proof. Dari sini kita bisa menilai apakah derating diperlukan atau tidak.

Jadi, selalu minta perhitungan heat dissipation untuk panel flame proof .

Aug 272011
 

Dari posting ini dan posting ini terdahulu, sekarang waktunya untuk mengaplikasikannya. Untuk latihan kita saat ini kita memakai data sheet motor ABB yang bisa didapatkan di alamat ini.

Pada datasheet diatas kita dapatkan data berikut ini :

P output (PN) 110 kW
Rated Voltage (UN) 400 VD (belitan delta)
Rated Frequency (fN) 50 Hz
Rated speed (nN) 2972 rpm
Rated Current (IN) 187 amps (\eta=94.8%, pf=0.89)
No Load current (INL) 33 Amps

Mari kita mulai:

1 P input (PIN) =P_{out}/\eta 116.034 x 103 W
2 Arus magnetisasi (Ima) =33 \angle -90^0  =-j33
3 Arus beban (Ia) =P_{in}/(\sqrt{3}xU_{N}xpf=116034/(\sqrt{3}x400x0.89 167.49-j 85.81 or 188.18 \angle -27.127^0 A
4 Arus ke rotor =step(3)-step(2)=Ia-Ima =167.49 –j 85.81 +j 33 167.49-j 52.81 A or 175.618 \angle -17.5^0 A.
5 \omega_{s}L_{ms} =400/(\sqrt{3}x33) 6.998\Omega
6 Pout (PN-cal) =110 x 103 W 110 x 103 W
7 Torsi output (TN) =Poutl/\omega_{m}=110000/(2972×2\pi/60) 353.44 N.m
8 Losses =(1-\eta)x PIN
=(1-0.948) x 116034
6.03376x 103 W
9 Losses Windage and Friction (10% losses)(PFW) = 0.1 x 6.03376 kW 0.60338x 103 W
10 Power to air gap =PFW+Pout(step 6 + step 9)= 109.31 +0.5996 109.91x 103 W
11 Torsi di air gap = step 10/\omega_{r}=109910/(2972x2x\pi/60) 353.149 N.m
12 Power which create Torque at point 11(Pma) = T.\omega_{sync}=353.149 x 4/2 x50 xpi 111.645×103 W
13 Slip (s) =(3000-2972)/3000 0.00933
14 R'_{r} =\frac{s.P_{ma}}{3.(I'_{a})^2} 0.01126 \Omega
15 Stator losses (34% total losses) per phase =34% X6033.76 /3 683.83 W
16 Stator resistance (RS) Refer to equivalent circuit di posting ini =step(15)/(step(4)^2)=683.83/175.618 0.02217\Omega
17 \bar{Z}_{r} =R_{s}+R'_{r}/s+j\omega_{s}L_{L}=0.02217+\frac{0.01126}{0.00933}+j\omega_{s}L_{L} 1.2288+j\omega_{s}L_{L} \Omega
18 \omega_{s}L_{L} =1.2378 x tan \angle (step 4)=1.2378 x tan (17.50) 0.3874\Omega

Bagaimana model motor induksi dari data sheet ini :

gambar 2 (klik untuk memperbesar)

next >> how modelling the slip-torque curve?

SELESAI

%d bloggers like this: