Feb 202014
 

Seperti dilansir dari berita-2 seperti ini http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/25/m313uv-garagara-korsleting-listrik-puluhan-rumah-habis-terbakar , listrik selalu dilekatkan pada bahaya kebakaran atau meninggal karena tersengat listrik. Aneh, walau bahaya cukup besar, banyak tukang listrik dadakan.

Bagaimana melindungi aset dan kesematan diri dari bahaya listrik. Standard IEC 60479 telah menjelaskan besar magnitude arus AC yang bisa mencelakan manusia. Sedangkan bahaya kebakaran bisa dicegah dengan mengurangi resiko kelebihan beban (overloading) dan kemampuan memutus gangguan. Uniknya, untuk melindungi aset dan nyawa hanya perlu satu hal yang pasti yaitu pentanahan (grounding).

http://www.dreamstime.com/stock-images-idea-icon-vector-bulb-image1940874

Ingat, perlindungan nyawa dan aset → pentanahan.

Bagaimana memastikan anda punya pentanahan yang benar?
1. Pakailah selalu kabel yang terdiri dari 3 penghantar, biasanya salah satunya berwarna strip hijau-kuning.

Cable with grounding core

Cable with grounding core

2. Pastikan selalu kabel yang berwarna strip hijau-kuning MELEKAT di body peralatan

Selesai!! yah semudah itu saja memang menyelamatkan aset dan nyawa kita.

Selanjutnya setelah memastikan pentanahan terpasang, pastikan rumah anda dilengkapi dengan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).

Bagaimana cara kerjanya ELCB menyelamtakan aset dan nyawa kita.

courtesy of wkikpedia

courtesy of wkikpedia

Jadi ketika terjadi gangguan (kesetrum, konslet, disimbolkan dengan petir), maka sumber listrik diputus (simbol tanda X)

Kayak apa sih penampakannya dan berapa harganya. Lihat di posting ini.

Terus cara masangnya? Sangat gampang!! Terminasi kabel yang BUKAN berwarna strip hijau kuning ke ELCB. SELESAI !!

GAMPANGKAN melindungi aset dan nyawa kita !!!

Bagaimana memilih ELCB rating yang benar? hmm.. bertanyalah pada teknisi yang kompeten atau

tunggu edisi berikutnya…

 

Apr 302012
 

Aku masih ingat ketika salah seorang guru di STM Sangata mengatakan, ” kalau listrik itu khan gampagng. Tinggal kupas kabel, sambung, selesai”. Mereka menilai hanya pekerjaan fisiknya saja. Dan output dari pengetahuan yang dangkal tersebut adalah hal-hal seperti yang dikutip oleh republika ini. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/25/m313uv-garagara-korsleting-listrik-puluhan-rumah-habis-terbakar.

Sebuah nasihat sederhana untukmu pak guru. “never underestimate the unseen world”. Pak guru belum beljar tentang ilmu kabel, belum belajar ilmu pentanahan, belum belajar arcing, belum belajar tentang proteksi.

Guru itu “digugu lan ditiru” (dituruti dan ditiru”), bukan “wagu lan pinter nylathu” (gak modern dan omong doang)

%d bloggers like this: