May 222015
 

Kita semua pasti pernah mengalami gangguan listrik akibat pemadaman yang dilakukan perusahaan listrik. Kenyamanan yang berkurang atau mengganggu jalannya bisnis adalah akibat dari kondisi yang ‘menjengkelkan’ tersebut. Betapa tidak, hampir seluruh peri kehidupan kita menggunakan energi listrik. Untuk menghindari dari gangguan ini kita memerlukan genset.stress

Awal dari setiap eksekusi adalah perencanaan. Pembelian Genset yang tepat memiliki beberapa langkah

  1. Penghitungan beban.
  2. Memperhatikan aspek keselamatan
  3. Pemilihan bahan bakar
  4. Type
  5. Harga

 

Penghitungan beban

Pada tahap ini bijaksana adalah kuncinya. Pada saat pemdaman terjadi, kita mengatakan bahwa kondisi sedang tidak normal. Kita harus mengajukan pertanyaan berikut

  • Apakah semua beban memilki skala prioritas yang sama? Pada tahap ini, kita bisa mempertimbankan mematikan beban yang tidak diperlukan dalam kondisi tidak normal tersebut
  • Apakah beban menyala bersamaan? Bisakah di jadwalkan supaya tidak menyala bersamaan?
  • Bisakah beban yang mengkonsumsi energi yang besar tidak dinyalakan dulu.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu kita untuk mengoptimalkan ukuran genset yang diperlukan.

Contoh pada tahap ini dapat dilihat di table di bawah:

Nomor Deskripsi Beban(watt) Jam Awal Pemakaian Jam Akhir Pemakaian Durasi
1 Kulkas 500 0 24 24
2 Mesin Cuci 500 6 8 2
3 Televisi 105 8 21 13
4 Setrika 110 3 5 2
5 Pompa Air 200 22 23 1
6 lampu ruang keluarga 40 18 22 4
7 lampu kamar tidur 1 40 20 23 3
8 lampu kamar tidur 2 40 20 23 3
9 lampu kamar tidur 3 40 20 23 3
10 Microwave 800 10 10.5 0.5
11 AC kamar tidur 1 600 0 6 6
12 AC kamar tidur 2 600 0 6 6
13 AC kamar tidur 3 600 0 6 6

Dari table diatas, kita bisa membuat sebuah siklus pemakaian energi listrik. Kita melihat bahwa pemakaian energi listrik terbesar adalah pada rentang jam 20-24, yaitu untuk pemakaian Kulkas, televisi, pompa air, penerangan di setiap ruang,dan AC kamar tidur.

Electrical Concumption Household

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada kondisi ini jumlah daya yang harus disediakan saat terjadi pemadaman adalah 2545 watt pada jam 22.00. Ingat ini adalah kondisi maksimum. Selalu ada ruang optimalisasi, jika kita mematikan beban yang tidak perlu.

Mar 292014
 

Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan testing dua transformer kering yang akan dioperasikan paralel. Seperti yang telah kita pahami syarat dari kerja paralel transformer adalah harus memiliki vektor group yang sama. Data sheet tranformer yang yang dibeli adalah 2 x 380/230 VAC 15 kVA Yzn11. Jadi kita harus mengetes apakah transformer tersebut telah diwiring dengan benar.

Dari vendor trafo, mereka memberikan gambaran rangkaian wiring seperti gambar Fig 1 dibawah ini.

Wiring Yzn11

Fig 1:Wiring Yzn11

 

Untuk tujuan pengetesan, kita menjadikan wiring U sebagai referensi, untuk itu kita harus men-jumper terminal [U] di sisi HV ke terminal [x] di sisi LV. Seperti terlihat di Fig 2.

Dari wiring di fig 2, bisa kita terjemaahkan menjadi rangkaian vektor seperti pad fig 3.

Test vector Yzn11

Fig 2 : Test vector Yzn11

Vector Yzn11

Fig 3:Vector Yzn11

Dari vektor diatas, dengan menggunakan persamaan aljabar dan persamaan segitiga, kita bisa menemukan panjang dari tiap vektor, dengan persamaan di bawah ini:
1. \overrightarrow{Ux} =0
2. \overrightarrow{UV}=\overrightarrow{Un}+\overrightarrow{nV}
3. |Wz|=\sqrt{|UW|^2+|Uz|^2-\sqrt{3}|UW||Uz|}
4. |Wy|=\sqrt{|UW|^2+|xy|^2}
5. |Vz|=\sqrt{|Vn|^2+|zn|^2-|Vn||zn|}
6. |Wn|=\sqrt{|Wz|^2+|zn|^2+\sqrt{3}|Wz||zn|}

[catatan: Persamaan diatas hanya berlaku saat \frac{V_{primary}}{V_{sec}} = \sqrt{3}]
Dari 5 persamaan diatas maka kita bisa membuat tabel seperti dibawah ini, jika terminal HV kita beri input 400 VAC(hal ini tidak boleh dilakukan jika HV transformer lebih dari 400 VAC):

U V W x y z n
U 0 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
V 400 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
W 400 400 N/A N/A N/A N/A N/A
x 0 400 400 N/A N/A N/A N/A
y 230 230 230 230 N/A N/A N/A
z 230 231.5 231.4 230 230 N/A N/A
n 132.7 267.3 352.6 132.7 132.7 132.7 N/A

Dari hasil pengukuran saat pengetesan di manufacture didapatkan hasil seperti di bawah.

U V W x y z n
U 0 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
V 400 N/A N/A N/A N/A N/A N/A
W 400 401 N/A N/A N/A N/A N/A
x 0 400 399 N/A N/A N/A N/A
y 241 225.5 467.4 241.5 N/A N/A N/A
z 239 227 227 239.4 241.3 N/A N/A
n 138.6 260.5 352.5 139 139.5 138.2 N/A

Timbul pertanyaan, mengapa terjadi perbedaan pada beberapa kolom walau tidak significant. Hal tersebut disebabkan oleh ketidaksempurnaan dalam proses pembelitan trafo. Perbandingan primer dan sekunder tidak ideal yaitu \frac{400}{241}=1.660. Perbandingan yang ideal adalah \frac{400}{230}=1.732

%d bloggers like this: