Sep 302011
 

Pada kasus ini kita memilki sebuah system IT (ungrounded system), dengan sebuah diesel generator dan sebuah feeder untuk menyuplai penggerak pompa , sebuah motor listrik. Sistem ini akan dijelaskan dengan single line diagram seperti di bawah ini :

Pada system disamping jelas terdapat proteksi untuk overload dan short circuit. Hanya kita belum memutuskan untuk proteksi gangguan tanah (ground fault). Pada serial posting posting mengenai pentanahan (lihat kategori PENTANAHAN), kita diwajibkan untuk memasang ground fault relay di setiap final load. Apakah hal ini membantu dalam kasus kita?Seperti telah dijelaskan pada posting terdahulu, pada system IT, first fault tidak terlalu merisaukan karena tegangan sentuh yang dihasilkan sangat kecil. Akan tetapi, tegangan sentuh menjadi sangat tinggi pada second fault. Akankah kita memasang relay ground fault dan mengorbankan kontinuitas (baca :produksi)? Atau mungkin kita lebih memilih memasang insulation monitor dan memberi alarm bahwa telah terjadi first fault? Dengan pertimbangan bahwa :

  1. Kita bekerja di area industry yang memilki etika bekerja dengan hati-hati dan teliti
  2. Spesialisasi dalam setiap disiplin teknik
  3. Keselamatan

Dengan 2 pertimbangan di atas kita bisa memilih memasang insulation monitor. First fault yang terjadi tidak menimbulkan tegangan sentuh yang tinggi, jadi keselamatan setiap pekerja tetap terjaga. Dengan spesialisasi dari setiap disiplin teknik, pemahaman akan karakteristik gangguan dan pemecahannya telah memilki standard operating procedure(SOP). Seorang spesialis, bisa menentukan apakah di gangguan pertama operasi motor/pompa tersebut bisa dilanjutkan.

Aug 272011
 

Dari posting ini dan posting ini terdahulu, sekarang waktunya untuk mengaplikasikannya. Untuk latihan kita saat ini kita memakai data sheet motor ABB yang bisa didapatkan di alamat ini.

Pada datasheet diatas kita dapatkan data berikut ini :

P output (PN) 110 kW
Rated Voltage (UN) 400 VD (belitan delta)
Rated Frequency (fN) 50 Hz
Rated speed (nN) 2972 rpm
Rated Current (IN) 187 amps (\eta=94.8%, pf=0.89)
No Load current (INL) 33 Amps

Mari kita mulai:

1 P input (PIN) =P_{out}/\eta 116.034 x 103 W
2 Arus magnetisasi (Ima) =33 \angle -90^0  =-j33
3 Arus beban (Ia) =P_{in}/(\sqrt{3}xU_{N}xpf=116034/(\sqrt{3}x400x0.89 167.49-j 85.81 or 188.18 \angle -27.127^0 A
4 Arus ke rotor =step(3)-step(2)=Ia-Ima =167.49 –j 85.81 +j 33 167.49-j 52.81 A or 175.618 \angle -17.5^0 A.
5 \omega_{s}L_{ms} =400/(\sqrt{3}x33) 6.998\Omega
6 Pout (PN-cal) =110 x 103 W 110 x 103 W
7 Torsi output (TN) =Poutl/\omega_{m}=110000/(2972×2\pi/60) 353.44 N.m
8 Losses =(1-\eta)x PIN
=(1-0.948) x 116034
6.03376x 103 W
9 Losses Windage and Friction (10% losses)(PFW) = 0.1 x 6.03376 kW 0.60338x 103 W
10 Power to air gap =PFW+Pout(step 6 + step 9)= 109.31 +0.5996 109.91x 103 W
11 Torsi di air gap = step 10/\omega_{r}=109910/(2972x2x\pi/60) 353.149 N.m
12 Power which create Torque at point 11(Pma) = T.\omega_{sync}=353.149 x 4/2 x50 xpi 111.645×103 W
13 Slip (s) =(3000-2972)/3000 0.00933
14 R'_{r} =\frac{s.P_{ma}}{3.(I'_{a})^2} 0.01126 \Omega
15 Stator losses (34% total losses) per phase =34% X6033.76 /3 683.83 W
16 Stator resistance (RS) Refer to equivalent circuit di posting ini =step(15)/(step(4)^2)=683.83/175.618 0.02217\Omega
17 \bar{Z}_{r} =R_{s}+R'_{r}/s+j\omega_{s}L_{L}=0.02217+\frac{0.01126}{0.00933}+j\omega_{s}L_{L} 1.2288+j\omega_{s}L_{L} \Omega
18 \omega_{s}L_{L} =1.2378 x tan \angle (step 4)=1.2378 x tan (17.50) 0.3874\Omega

Bagaimana model motor induksi dari data sheet ini :

gambar 2 (klik untuk memperbesar)

next >> how modelling the slip-torque curve?

SELESAI

%d bloggers like this: