Nov 122011
 

Andaikan kita memiliki beban vital dengan karakterisitik seperti pada gambar A1 posting http://setrumsetruman.wordpress.com/2011/10/08/sizing-battery-part-1/, dan kita akan mempergunakan produk dari saftbattery (ndak promosi lho!!). Type battery yang akan kita pakai adalah ULTIMA SLM (data sheet di link ini). Langkah-langkah ini merupakan suatu proses iterative. Berikut langkah yang harus dilakukan

  1. Tentukan K_{t} faktor dari tiap karakteristik beban, diturunkan dari datasheet battery yang dipilih.

    Untuk iterasi (1), kita asumsikan battery type SLM 476 sesuai, karena total Ah yang dipakai adalah 432.74 Ah

    Kita isikan dengan table dibawah ini dengan data dari gambar A1 dari posting sizing battery, dan kita isikan kolom K_{t} dengan metode interpolasi. INGAT t dalam tabel ini adalah battery total discharge time, BUKAN load duration time (refer tabel gambar A.1)

    klik untuk memperbesar


    klik untuk memperbesar

  2. Setelah K_{t} faktor (kolom 5) ditemukan, maka kita akan mengisikan pada spreadsheet dengan format dibawah ini

    klik untuk memperbesar

Selesai sudah !!

Next >> sizing battery charger

Oct 132011
 

Di tulisan yang lalu kita mempelajari penentuan duty cycle dan Baterai NiCd sel desain. Sekarang kita berlanjut ke penentuan ukuran baterai. Ada beberapa faktor yang menjadi penentu ukuran batterai (jumlah sel dan kapasitas). Termasuk didalamnya adalah maksimum sistem tegangan, duty cycle, factor koreksi dan margin desain. Terminologi untuk batarai yang disusun seri disebut sebagai battery string. Tegangan battery string adalah jumlah sel dikalikan dengan tegangan tiap sel. Ampere-hour dari battery string sama dengan ampere-hour dari satu unit sel battery. Jika Ampere-hour satu string baterai tidak mencukupi, maka harus beberapa string dipasang parallel untuk mencapai target ampere-hour.

Beberapa kondisi lingkungan bisa mempengaruhi kapasitas baterai :

  1. Kapasitas baterai akan berkurang jika temperature baterai menurun
  2. Kapasitas baterai akan berkurang jika discharge rate meningkat.
  3. Makin dekat tegangan terminal dengan minimum tegangan sel makin membatasi kapasitas baterai sel.
  4. Metode charging dapat mempengaruhi kapasaitas baterai.

Mengenai tegangan maksimum dan minimum, pada umumnya mengikuti common practice 9–10, 18–20, 36–40, 92–100, or 184–200 jumlah baterai sel untuk tegangan sistem 12, 24, 48, 125 dan 250 volt. Pemilihan range yang makin lebar akan membantu kita mendapatkan hasil yagn paling ekonomis. Lebih jauh, pemakaian sel yang makin banyak memungkinkan kita mendapatkan nilai minimum tegangan sel, sehinggakita dapatkan ukuran sel dengan duty cycle terkecil.

Hal ini dapat dicontohkan dibawah ini:

Sebuah sistem DC dibatasi dari 105V hingga 140V. baterai NiCd diseleksi untuk sistem ini. Vendor menyarankan tegangan charging adalah 1.47V. Baterai harus selalu discharge, sehingga tegangan output baterai charger adalah 140/1.47 V per cell = 95.2 cel atau 95 sel diperlukan. End Discharge =105/95=1.10 V per sel.

Selain cara menghitung diatas, durasi charging juga merupakan limiting factor. Charging time akan berkurang ketika charging voltage dinaikkan. Jika waktu charging dibatasi, maka kita harus menyeleksi baterai yang lebih besar yang bisa menerima arus charging yang besar.

Next >> factor-faktor eksternal yagn harus diperhitungkan dalam sizing baterai


%d bloggers like this: