Oct 052011
 

Pada posting Pentanahan 4, dijelaskan bahwa pada first fault, tidak diperlukan untuk memutus supply listrik ketitik terjadinya first fault. Jika saat ini kita berhadapan dengan sistem kelistrikan IT high resistance (atau mungkin bisa dipandang sebagai TT high resistance), benarkah kita tidak perlu memutus supply ke sistem yang bersangkutan? Mari kita tinjau ilustrasi sistem dibawah ini.

illustrasi 1

Pada ilustrasi disamping, kita bisa lihat pada saat terjadi first fault, arus gangguan terbagi 2 yaitu lewat kapasitansi jaringan dan lewat high resistance grounding. Arus kapasitif gangguan akan lewat c2 dan c3, dan besarnya adalah I_{fC}=3C \omega V_{LN}. Arus resistif yang lewat high resistance grounding adalah V_{LN}/Z_N. Nilai resistansi r_p, r_G, r_N sangat kecil dibanding dengan nilai resistansi grounding resistance. Jadi bisa diasumsikan Z_N+r_N//r_G//r_p \cong Z_N. Makin panjang penghantar, maka arus kapasitif akan semakin panjang, tetapi pada umumnya untuk tegangan V_{LN}=230, panjang jaringannya sekitar 1000 meter atau 1 km. Mengacu pada nilai kapasitansi yang diberikan di posting pentanahan 2, untuk panjang 1 km, arus kapasitif gangguan adalah I_{fC}= 3 x 0.25 x 10^-6 x 2 x \pi x 50 x 230 = 54.4 mA dan arus resistif maximal adalah 230/1500\cong150 mA. Total arus gangguan  dapat dihitung seperti ilustrasi dibawah ini.

illustrasi 2

Pada illustrasi 2, kita ketahui nilai I_f\cong 164 mA. Berapakah nilai UT1 (tegangan sentuh) pada illustrasi 1? Apakah lebih dari 50 VAC? (lihat table 1 posting pentanahan 4 untuk batas minimal tegangan sentuh). misalkan r_p=10 \Omega nilai UT1 adalah 164 mA x 10 \Omega=1.64 volt. Nilai jauh dibawah dari table yang dirujuk. Jadi, pada sistem earthing high resistance, kesimpulan bahwa first fault tidak berbahaya masih berlaku.

Sep 302011
 

Pada kasus ini kita memilki sebuah system IT (ungrounded system), dengan sebuah diesel generator dan sebuah feeder untuk menyuplai penggerak pompa , sebuah motor listrik. Sistem ini akan dijelaskan dengan single line diagram seperti di bawah ini :

Pada system disamping jelas terdapat proteksi untuk overload dan short circuit. Hanya kita belum memutuskan untuk proteksi gangguan tanah (ground fault). Pada serial posting posting mengenai pentanahan (lihat kategori PENTANAHAN), kita diwajibkan untuk memasang ground fault relay di setiap final load. Apakah hal ini membantu dalam kasus kita?Seperti telah dijelaskan pada posting terdahulu, pada system IT, first fault tidak terlalu merisaukan karena tegangan sentuh yang dihasilkan sangat kecil. Akan tetapi, tegangan sentuh menjadi sangat tinggi pada second fault. Akankah kita memasang relay ground fault dan mengorbankan kontinuitas (baca :produksi)? Atau mungkin kita lebih memilih memasang insulation monitor dan memberi alarm bahwa telah terjadi first fault? Dengan pertimbangan bahwa :

  1. Kita bekerja di area industry yang memilki etika bekerja dengan hati-hati dan teliti
  2. Spesialisasi dalam setiap disiplin teknik
  3. Keselamatan

Dengan 2 pertimbangan di atas kita bisa memilih memasang insulation monitor. First fault yang terjadi tidak menimbulkan tegangan sentuh yang tinggi, jadi keselamatan setiap pekerja tetap terjaga. Dengan spesialisasi dari setiap disiplin teknik, pemahaman akan karakteristik gangguan dan pemecahannya telah memilki standard operating procedure(SOP). Seorang spesialis, bisa menentukan apakah di gangguan pertama operasi motor/pompa tersebut bisa dilanjutkan.

%d bloggers like this: